Detail blog Revolusi Facebook Dan Parlemen Online….?

Revolusi Facebook Dan Parlemen Online Membangun Kekuatan Rakyat !!!

Dalam berdemokrasi, informasi adalah segala-galanya !
Transparansi adalah kunci mutlak yang tidak bisa ditawar !
Ketika kunci dipegang oleh satu pihak saja, bisa dipastikan demokrasi akan runtuh dan masyarakat akan pecah dalam kekacauan !

Kekuatan Teknologi Informasi dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, tampak nya sudah semakin nyata dan terasakan dampak nya. Salah satu contoh yang sekarang tampil menjadi perbincangan adalah hadir nya “facebookers” yang menurut beberapa media massa, dalam kurun waktu kurang dari 10 hari mampu menyedot dukungan diatas 1,2 juta orang, terkait dengan simpati nya kepada Bibit-Candra atas isu Kriminalisasi KPK. Walau facebookers berkiprah di “dunia maya”, namun kehadiran dan keberadaan mereka ini tidak perlu diragukan. Mereka ada, mereka berkomunikasi, mereka beraspirasi dan tentu saja mereka pun hirau dan peduli akan nasib bangsa dan negeri nya.

Para pengguna internet adalah masyarakat perkotaan seperti mahasiswa, pemuda dan pelajar. Mereka memiliki cara berpikir bersih dari kontaminasi berbagai kepentingan. Pada awal Nopember 09, pengguna facebook yang mengaku dirinya warga negara Indonesia hampir 12 juta orang atau peringkat ke 7 dunia. Sebagai komunitas yang berlanglangbuana di media online yang tanpa batas, tanpa sekat, tanpa birokrasi, pasti mereka mampu melakukan apa pun yang ingin diaspirasikan. Facebookers adalah bagian dari anak bangsa yang ingin memberi sumbangsih terbaik bagi kehidupan tanah merdeka. Dengan gaya pengungkapan yang khas, mereka menulis apa adanya. Bahasa yang lugas, jauh dari formalitas, penuh canda, dan yang sejenis dengan itu, adalah ciri yang menonjol jika kita sempat bergabung dan berbincang-bincang dengan mereka. Yang pasti, keberadaan mereka sepantas nya kita sambut dengan gembira dan lapang dada serta dengan hati yang bersih.

“Parlemen Online” boleh saja menjadi “model” baru bagi penjaringan aspirasi para wakil rakyat di DPR. Mereka yang tergabung dalam facebookers adalah bagian dari anak bangsa yang sudah melek teknologi. Mereka setidak nya sudah mampu menggunakan teknologi informasi. Dan mereka umum nya tergolong ke dalam komunitas masyarakat yang kritis dan cerdas. Mereka akan menjadi bagian “kekuatan moral” dan kaum netters/ facebookers kini sudah menjadi “kekuatan rakyat”. Kekuatan kontrol rakyat ini membawa angin segar dalam wacana demokrasi atau dikenal dengan e-parlemen untuk e-demokrasi ! 

Oleh karena itu, andaikan para wakil rakyat kita di DPR atau DPD berani membaca tanda-tanda jaman yang sedang bergulir, maka kehadiran facebookers sangat potensil untuk dijadikan modal dasar bagi pengembangan “parlemen online”. Tinggal bagaimana kita membangun “tata kelola” dan “kode etik” nya agar mengena pada harapan yang diinginkan. Sebagai media penjaringan aspirasi, parlemen online boleh dipertimbangkan. Komunikasi wakil rakyat dengan rakyat yang memilihnya, tentu akan lebih nyata dan terukur. Sayang nya, hingga sekarang masih jarang para wakil rakyat kita yang mau dan berani untuk bicara apa adanya di “dunia maya”. Sebagai informasi facebook Suara Rakyat ; http://www.facebook.com/demirakyat dan suara-rakyat.com, dari 560 anggota DPR RI, yang memiliki akun facebook hanya 176 orang atau 31% dan yang aktif berpartisipasi di facebook suara rakyat hanya 21 orang atau 11% ? Dari total wakil rakyat hanya 3% ? 

Padahal dengan media online/facebook inilah (salah satu bentuk kampanyenya) Obama mampu menyabet simpati pemilih nya dan menghantarkan menjadi Presiden AS. Atau membangun ‘Republik Facebook Indonesia’ untuk mendapatkan feedback kualitatif bagi para wakil rakyat yang bila dikelola dengan baik, dapat digunakan komunikasi dua arah. Atau ‘revolusi twitter’ yang terjadi di Iran , dan digunakan untuk mengatur pergerakan massa anti Presiden terpilih dan memberitakan pergerakan militer pro Ahmaddinejad, tempat-tempat yang menawarkan bantuan medis, serta mencari dukungan masyarakat Internasional. Begitu krusial nya komunikasi yang difasilitasi twitter, sampai pemerintah Amerika Serikat meminta kepada Twitter untuk menjadwal ulang waktu-waktu mainteinance-nya agar tidak mengganggu komunikasi peak hour di Iran.

“Kekuatan rakyat online..dari, untuk dan demi rakyat ….!!” 

Salam sahabat rakyat,

Post to Twitter   Post to Facebook





Silakan login terlebih dahulu untuk dapat melihat dan memberi komentar
 

You need to log in to vote

The blog owner requires users to be logged in to be able to vote for this post.

Alternatively, if you do not have an account yet you can create one here.

Powered by Vote It Up

FireStats icon Powered by FireStats