Pencarian
navigasi situsKategori
Suara Rakyat







statistikSuara Rakyat
Hits 24 jam terakhir :
71
Total Hits :
20905
Pengunjung 24 jam terakhir :
39
Total Pengunjung :
6934
blog suara rakyatEntry Terbaru

daftarPengunjung Terakhir
Komunitas
Pengunjung Terakhir
Powered by Sociable!

obrolanSuara Rakyat

Suara Rakyat on Facebook
 Suara Rakyat Terbaru
  • sembunyikan

    Jangan Pernah percaya sama INVESTOR/Penanam MODAL ASING 100%,Jangan mau kita sebagai bangsa yang BESAR hanya diperbudak oleh mereka.Ingat Penjajahan pada masa Jepang wkt itu 3,5tahun Rakyat Indonesia hanya diberikan makan BURGUR!Hati2 saudara2ku sekalian sekarang ini bangsa kita sedang diaduk aduk,di iming2 oleh sebuah… MATERI semata.Ingat KEIMANAN seseorang itu tidak dilihat dari MATERI…



    Lebih lanjut untuk berkomentar klik disini
    Jangan Pernah percaya sama INVESTOR/Penanam MODAL ASING 100%,Jangan mau kita sebagai bangsa yang BESAR hanya diperbudak oleh mereka.Ingat Penjajahan pada masa Jepang wkt itu 3,5tahun Rakyat Indonesia hanya diberikan makan BURGUR!Hati2 saudara2ku sekalian sekarang ini bangsa kita sedang diaduk aduk,di iming2 oleh sebuah... MATERI semata.Ingat KEIMANAN seseorang itu tidak dilihat dari
  • sembunyikan

    Saya menyumbangkan artikel ini sebagai rakyat yang merasa di peras oleh oknum2 tertentu….

    saya bukan pengusaha besar yang berpengaruh…
    Saya hanyalah seorang pedagang Telepon genggam seken kecil yang tidak berdaya…

    mPermasalahannya adalah aslah UU Penadahan yang tidak jelas…

    ceritanya sebagai berikut….
    Seseorang datang ke konter saya dan menawarkan untuk menjualkan HPnya kepada saya. jadi saya tanyakan nota pembeliannya. katanya sudah hilang karena sudah lama dipakai. jadi saya minta ktpnya dan menuliskan sebuah keterangan yang menyatakan bahwa sahnya HP tersebut adalah miliknya dan tidak merupakan hasil kejahatan dan ditanda tangani oleh orang tersebut. dan saya beli dengan harga pasaran 300 ribu rupiah….
    Beberapa hari kemudian beberapa aparat datang ke konter saya dengan membawa orang tersebut dengan posisi tangan di borgol dan aparat tersebut tanpa basa basi langsung menyeret saya dengan paksa ke kantor mereka… Dan saya dinyatakan tersangka kasus penadahan yang akan di jerat hukuman 5 thn penjara atau denda sebesar 900 juta rupiah kepada saya.
    Sedangkan orang yang benar2 kerjanya sebagai penadah yang punya omset Milyaran Rupiah juga di jerat dengan Hukuman yang sama…

    Saya berpikir apakah ini hukum ini setimpal dengan hal yang saya lakukan… Saya hanya pedagang, urusan jual beli adalah hal yang sangat biasa. Aparat tersebut menawarkan saya dengan membayar ganti rugi kepada korban untuk mencabut Laporan.
    Total kerugian korban yang kehilangan HP yang bukan saya curi sebesar 300 rb PLUS-PLUS menjadi 20 jt.. apakah ini tergolong wajar?

    Di sebut sebagai penadah:
    Apakah saya benar2 disebut penadah karena saya hanya melakukan transaksi dengan pencuri tersebut 1 kali dan di lakukan di toko saya yang sangat terbuka dan tidak umpet2an. dan harga yang saya patok juga standar dengan pasaran.

    Saya menuliskan artikel ini agar Para Bapak Dewan dapat mendengarkan suara saya yang bekerja keras dengan cara yang Halal..
    Saya hanya menyarankan kepada Bpk2 Dewan untuk menambah ayat2 yang ada di undang2.
    Seperti cara membeli barang yang Sah dan Wajar.

    Terima Kasih atas adanya Situs
    Suara Rakyat ini..



    Lebih lanjut untuk berkomentar klik disini
    Saya menyumbangkan artikel ini sebagai rakyat yang merasa di peras oleh oknum2 tertentu.... saya bukan pengusaha besar yang berpengaruh... Saya hanyalah seorang pedagang Telepon genggam seken kecil yang tidak berdaya... mPermasalahannya adalah aslah UU Penadahan yang tidak jelas... ceritanya sebagai berikut.... Seseorang datang ke konter saya dan menawarkan untuk menjualkan HPnya kepada saya. jadi saya
  • sembunyikan

    Aliansi BEM Suramadu.
    BEM Unesa
    Aliansi Rakyat Miskin
    GMNI Jatim
    BRM Jatim
    PRD Jatim



    Lebih lanjut untuk berkomentar klik disini
    Aliansi BEM Suramadu. BEM Unesa Aliansi Rakyat Miskin GMNI Jatim BRM Jatim PRD Jatim
  • sembunyikan

    Pada hari Kamis 28 Januari 2010 telah dilakukan aksi unjuk rasa di Kota Surabaya dari Elemen Mahasiswa, Buruh, Tani, Pengemen dan elemen masyarakat yang lain.



    Lebih lanjut untuk berkomentar klik disini
    Pada hari Kamis 28 Januari 2010 telah dilakukan aksi unjuk rasa di Kota Surabaya dari Elemen Mahasiswa, Buruh, Tani, Pengemen dan elemen masyarakat yang lain.
  • sembunyikan

    trimacentury………yang sudah begitu kritis …….terkecuali par tai DEMOKRAT….saya tau sekarang mana yang bela rakyat dan mna yang hanya mementingkan… kekuasaan semata……oia mestinya anas urba ningrum keluar dari par tai deokrat dech ….bikin z partai sendiri…..anda hebat bung anaskasih pada pansus century………yang sudah begitu kritis …….terkecuali par tai DEMOKRAT….saya tau sekarang mana yang bela rakyat dan mna yang hanya mementingkan… kekuasaan semata……oia mestinya anas urba ningrum keluar dari par tai deokrat dech ….bikin z partai sendiri…..anda hebat bung anas



    Lebih lanjut untuk berkomentar klik disini
    trimacentury.........yang sudah begitu kritis .......terkecuali par tai DEMOKRAT....saya tau sekarang mana yang bela rakyat dan mna yang hanya mementingkan... kekuasaan semata......oia mestinya anas urba ningrum keluar dari par tai deokrat dech ....bikin z partai sendiri.....anda hebat bung anaskasih pada pansus century.........yang sudah begitu kritis .......terkecuali par tai DEMOKRAT....saya tau
  • sembunyikan

    Kepada Yth:
    Para Kolega Rakyat
    pada KOMISI VII DPR RI

    Berharap, informasi berikut ini, cepat memacu aliran listirik ke rakyat daerah tertinggal.

    “Rakyat di desa Babulu dan Babulu Selatan, Kec, Kobalima, Kab. Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur, sudah 65 tahun = sejak Indonesia merdeka + 350 tahun Indonesia di jajah + 415 tahun belum menikmati penerangan listrik”. Hak ini terjadi pada 96 % jumlah desa di Kab. Belu. Pertanyaannya: apakah desa-desa tersebut masih bagian dari NKRI? Jawabannya: YA.
    Menurut Konisi VII DPR RI, kapan orang-orang di desa-desa tersebut bisa menikmati Listrik. (Tahun 2012: tanda kiamat)?!
    Ditunggu informasinya……!

    Hormat kami,

    TTD

    Hendrikus Mesak
    Kelahiran Dusun Uarau, Desa babulu
    Kec, Kobalima, Kab. Belu, Prov. NTT.
    HP: +628121587892
    email: salakmadu2003@yahoo.com
    or
    : forenain@rocketmail.cpm



    Lebih lanjut untuk berkomentar klik disini
    Kepada Yth: Para Kolega Rakyat pada KOMISI VII DPR RI Berharap, informasi berikut ini, cepat memacu aliran listirik ke rakyat daerah tertinggal. "Rakyat di desa Babulu dan Babulu Selatan, Kec, Kobalima, Kab. Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur, sudah 65 tahun = sejak Indonesia merdeka + 350 tahun Indonesia di jajah + 415 tahun belum
  • sembunyikan

    Jika dalam satu hari seseorang bisa melakukan apa saja yang dikehendakinya,
    Maka jadikanlah satu hari tersebut sangat bermanfaat untuk orang banyak

    Sekarang bagaimana dengan janji Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dalam program 100 hari nya, tentunya banyak hal yang telah dilakukan.
    Apakah kita sebagai warga Indonesia tahu dan peduli dengan apa yang telah dilakukan oleh para pelakon negri dalam KIB II tersebut?!…
    Atau sebaliknya bentuk kepedulian kita selalu mentah tidak dipedulikan

    Mari kita suarakan secara serentak tentang apa yang kita rasa, apa yang kita lihat, dan apa yang kita dengar dari perjalanan waktu 100 hari KIB II ini…

    Semoga dengan cara sederhana ini suara kita bisa sampai di telinga, mata dan hati nurani para pejabat Negara, tanpa harus repot mengatur rapat yang menghabiskan waktu dan anggaran negara.

    Program kaos 100 hari ini semata bertujuan untuk menunjukkan bentuk kepedulian kita sebagai rakyat Indonesia terhadap perkembangan negara untuk menjadi lebih baik, bukan bertujuan untuk mencaci dan menghujat suatu pihak tertentu, jadi mari dewasakan dan bijaksanakan diri kita sebagai satu bangsa dan satu tanah air.

    Mekanisme pelaksanaan program Kaos 100 Hari:
    Caranya sangat mudah, cukup kita tuliskan pendapat kita dari apa yang telah kita rasakan, lihat dan dengar di bagian kaos yang telah disediakan.

    Dan mari kita kenakan kaos yang telah dibubuhkan tulisan kita tersebut serentak pada hari Kamis 28 Januari 2010,selanjutnya silahkan kita meneruskan kegiatan kita sebagaimana biasanya, semoga saja para pejabat Negara dapat membacanya dan peduli dengan pendapat rakyatnya….

    Penggunaan Kaos juga bisa digantikan dengan POSTER

    http://politikana.com/baca/2010/01/18/jembatan-suara-rakjat-untuk-100-hari-pertama-kib-ii.html



    Lebih lanjut untuk berkomentar klik disini
    Jika dalam satu hari seseorang bisa melakukan apa saja yang dikehendakinya, Maka jadikanlah satu hari tersebut sangat bermanfaat untuk orang banyak Sekarang bagaimana dengan janji Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dalam program 100 hari nya, tentunya banyak hal yang telah dilakukan. Apakah kita sebagai warga Indonesia tahu dan peduli dengan apa yang
  • sembunyikan

    Pada tanggal 5 Januari 2010 pemerintah mengumumkan alokasi anggaran 2010 untuk berbagai kementrian dan lembaga lainnya. apa bila kita cermati pengajuan dan alokasi anggaran yang paling kecil ada pada Kementrian Pertanian. sebesar Rp. 8,038,050,000 atau 2,62% dari semua jumlah anggaran 2010. sebagai Negara Agraris dana sejumlah tersebut untuk apa? mengingat begitu banyak permasalahan pertanian yang harus kita selesaikan dan harus kita jawab, mulai ketersediaan bibit, pupuk,membangun market, laboratoriun pengembangan varietas dan peningkatan pengemnbangan pertanian. dengandana sejumlah demikian Kementrian Apa dan bisa apa yang direncanakan dalam 1 tahun pereodenya nanti. dan apakah tidak pernah melihat ke bawah bahwa banyak yang bisa diangkat dan di programkan sebagai program nyata kementrian.itu hanya setara dgn 7 mobdin mentri,smentara anggaran itu msih dibagi 34 prov trus sekian ratus kabupaten…cocok’e yo ditukokno racun tikus trus digawe ngracun tikus massal.hahahahahahahahahahaha,peace booosss,mohon pertimbangan anggota dewan utk mengkoreksi kembali,kita negara Agraris bung



    Lebih lanjut untuk berkomentar klik disini
    Pada tanggal 5 Januari 2010 pemerintah mengumumkan alokasi anggaran 2010 untuk berbagai kementrian dan lembaga lainnya. apa bila kita cermati pengajuan dan alokasi anggaran yang paling kecil ada pada Kementrian Pertanian. sebesar Rp. 8,038,050,000 atau 2,62% dari semua jumlah anggaran 2010. sebagai Negara Agraris dana sejumlah tersebut untuk apa? mengingat begitu
  • sembunyikan

    Mereka tidak pantas mendapatkan:
    - pertanyaan tentang kabar keadaan (sudah pasti bahagia dengan materi sendiri)
    - tumpuan harapan di pundak untuk direalisasikan (percuma, tidak akan pernah real)
    - kepercayaan dari rakyat untuk mewakili suara rakyat (mewakili suara sendiri, itu yang benar)
    - cinta dari rakyat (boro-boro rakyat memberi cinta, wong rakyat tidak menerima cinta mereka)
    - sahabat perjuangan (lha tidak pernah berjuang)
    - rasa syukur rakyat (karena telah bersyukur sendiri terpilih dan menjadi tuli)
    - doa rakyat (berdoa untuk mereka=sia-sia)
    - rasa terimakasih rakyat (tidak pernah ada sesuatu yang bisa menjadi faktor pengucapan kata ini)

    ——————————————-

    Ahoi…

    Ini diriku sendiri yang menantang arus di mana aku diajarkan untuk menghargaimu. Eh, aku tidak sendiri, banyak sekali kawanku yang berada di jalur ini. Walau guru mengajariku menghargaimu barang sekecil apa, tak sudi, naziz aku memberi terimakasih padamu…

    Kalau aku di sini memujamu, dengan berbagai kata syukur, berarti aku telah berbohong diihadapan bangsa Indonesia beserta Pancasilanya. Aku akan berdusta, mengatakan kebohongan atas realita yang memiriskan hati aku dan kawan-kawanku ini…

    Oh Badut Senayan… tak jua ku menemukan pikiran untuk mengucapkan terimakasih padamu..

    Fungsimu sebagai tontonan, cukup menghibur. Kau dapat dengan mudah menaikkan rating televisi sekaligus memikat jutaan konsumen pecinta gossip skandal. Di sini kau sudah menjalankan guna yang tiada tercantum di buku peraturan tentang fungsi dan perananmu. Hiburan plus cermin kebodohan rakyat sebangsaku yang telah memberimu mandat perwakilan.

    Badut Senayan… kroni-kronimu yang berdiam di daerah dan di pusat pula sama. Layar kaca tak luput dari aktor kemesuman macam kalian. Tak reda dengan isu-isu itu, kalian mulai pula sok menjadi pegulat. Amatiran, untunglah tak berhadapan dengan kelas berat. Sayang, telingamu budeg oleh uang kertas, bahkan kacamata yang kau pakai pula tertutup lembaran rupiah, ada lagi mulutmu, tersumpal materi mafia dari partaimu!

    Perutmu senantiasa lapar, hingga rapat penting hanya sebatas tanda tangan. Atau jika setengah niat, kau hanya hadir untuk tidur, facebook-an, atau makan catering barangkali?! Lain jika belakangmu yang bicara, mereka yang sebenarnya mengendalikanmu. Itu tuh, organisasi dengan bendera berhiaskan berbagai macam lambang dan warna. Hati nurani yang seharusnya kau wakili dikemanakan?

    Contrengan yang sia-sia, janji kosong, perubahan yang hanya sebatas pada indra kalian. Bahkan perubahan itu menjadi lebih buruk! Oh tidak, kami sudah salah mempercayai kalian menjadi wakil kami, kami bodoh memilih anda….

    oleh: Bernardia Vitri A.
    (2010)



    Lebih lanjut untuk berkomentar klik disini
    Mereka tidak pantas mendapatkan: - pertanyaan tentang kabar keadaan (sudah pasti bahagia dengan materi sendiri) - tumpuan harapan di pundak untuk direalisasikan (percuma, tidak akan pernah real) - kepercayaan dari rakyat untuk mewakili suara rakyat (mewakili suara sendiri, itu yang benar) - cinta dari rakyat (boro-boro rakyat memberi cinta, wong rakyat tidak menerima cinta mereka) -
  • sembunyikan

    36 tahun silam

    Pagi itu 15 Januari 1974, ribuan mahasiswa berunjuk rasa dari kampus Universitas Indonesia di Jalan Salemba ke Universitas Trisaksi di kawasan Grogol, Jakarta.
    Sehari setelah Perdana Menteri Jepang, Tanaka, mendarat di bandar udara Halim Perdanakusuma, unjuk rasa anti modal asing, terutama Jepang.
    Aksi ini merupakan puncak demonstrasi kaum muda sejak pertengahan 1973 yang juga menuntut pembubaran dua lembaga ekstra konstitusional, Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) serta Asisten Presiden (Aspri), mengkritik korupsi di Pertamina, dan memprotes pembangunan Taman Mini Indonesia Indah.

    Proyek Senen, pabrik Coca Cola, show room Toyota Astra, dan sejumlah tempat di Jakarta dibakar, dan rusak oleh massa.
    Ratusan kendaraan buatan Jepang mendadak menjadi bangkai besi gosong. Sebelas orang tewas ditembak dan ratusan korban luka-luka.
    Ketua Dewan Mahasiswa UI, Hariman Siregar, ditangkap Kopkamtib, diikuti gelombang pencokokan yang mencapai ratusan orang.
    Hariman, Syahrir, dan Aini Chalid, dihadapkan ke meja hijau. Dakwaan terhadap mereka tidak main-main: Makar!
    Hakim menyatakan mereka bersalah, sehingga harus dibui selama dua sampai empat tahun.

    Jakarta Berasap

    Peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Januari) adalah peristiwa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang terjadi pada 15 Januari 1974.
    Peristiwa itu terjadi saat Perdana Menteri (PM) Jepang Tanaka Kakuei sedang berkunjung ke Jakarta (14-17 Januari 1974).
    Tanggal 17 Januari 1974 pukul 08.00, PM Jepang itu berangkat dari Istana tidak dengan mobil, tetapi diantar Presiden Soeharto dengan helikopter dari Bina Graha ke pangkalan udara.
    Kedatangan Ketua Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI), Jan P. Pronk dijadikan momentum untuk demonstrasi antimodal asing.
    Klimaksnya, kedatangan PM Jepang, Januari 1974, disertai demonstrasi dan kerusuhan.
    Usai terjadi demonstrasi yang disertai kerusuhan, dan pembakaran. Dan asap bergumpal menghiasi Jakarta.
    Soemitro diberhentikan oleh Soeharto sebagai Panglima Kopkamtib.
    Jabatan Asisten Pribadi Presiden dibubarkan.
    Kepala Bakin Soetopo Juwono digantikan oleh Yoga Sugama.



    Lebih lanjut untuk berkomentar klik disini
    36 tahun silam Pagi itu 15 Januari 1974, ribuan mahasiswa berunjuk rasa dari kampus Universitas Indonesia di Jalan Salemba ke Universitas Trisaksi di kawasan Grogol, Jakarta. Sehari setelah Perdana Menteri Jepang, Tanaka, mendarat di bandar udara Halim Perdanakusuma, unjuk rasa anti modal asing, terutama Jepang. Aksi ini merupakan puncak
 

You need to log in to vote

The blog owner requires users to be logged in to be able to vote for this post.

Alternatively, if you do not have an account yet you can create one here.

Powered by Vote It Up

FireStats icon Powered by FireStats